Foto : Media Biro Umum dan Administrasi Pimpinan

Lantik Pengurus Baru BAZNAS Papua, Gubernur Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Membangun 'Infrastruktur Sosial'

JAYAPURA — Gubernur Provinsi Papua secara resmi melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Papua periode 2026–2031 di Aula Lukmen II, Lantai 9 Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Kamis (25/6/2026). Dalam upacara tersebut, Gubernur menegaskan bahwa BAZNAS memegang peranan krusial sebagai mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam upaya percepatan penuntasan kemiskinan dan pemerataan keadilan sosial.

Prosesi pelantikan ini disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua bersama segenap unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua atau yang mewakili, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua beserta staf, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua. Turut hadir mendampingi jalannya acara, Kepala Biro Umum Setda Papua dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Papua, bersama seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.

Selain jajaran pemerintahan, agenda ini juga dihadiri oleh pimpinan instansi vertikal, perbankan, BUMN, BUMD, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga keagamaan. Momen serah terima ini juga menjadi ruang silaturahmi bagi para pimpinan BAZNAS Provinsi Papua periode 2021–2026 (pengurus periode sebelumnya), pimpinan Lembaga Amil Zakat (LAZ), Badan Wakaf Indonesia (BWI), serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Kehadiran para tokoh masyarakat, adat, perempuan, pemuda, serta insan pers turut melengkapi khidmatnya acara.

"BAZNAS bukan sekadar lembaga penghimpun dan penyalur zakat. BAZNAS adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun keadilan sosial," ujar Gubernur dalam sambutannya di hadapan para pengurus yang baru dilantik dan seluruh tamu undangan.

Gubernur menjelaskan, kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat harus menjadi jembatan yang menghubungkan kepedulian para pembayar zakat (muzaki) dengan kebutuhan nyata masyarakat yang kurang mampu (mustahik). Sinergi yang kuat antara program pemerintah dan pengumpulan dana umat diharapkan dapat mempercepat terwujudnya visi "Papua Cerah"—Papua yang maju, aman, sehat, cerdas, produktif, sejahtera, dan berkeadilan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan manusia. Menurutnya, jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) difokuskan untuk membangun infrastruktur fisik, maka zakat berperan besar dalam membangun infrastruktur sosial masyarakat.

Gubernur menilai potensi zakat di Bumi Cendrawasih masih sangat besar namun belum tergarap optimal. Oleh karena itu, ia mengimbau jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku usaha, perbankan, serta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan partisipasi aktif dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.

Secara khusus, Gubernur menitipkan pesan penting kepada pimpinan BAZNAS Provinsi Papua yang baru agar senantiasa menjaga kepercayaan publik melalui integritas dan transparansi pengelolaan keuangan. BAZNAS diharapkan mampu membangun tata kelola yang profesional, akuntabel, serta memperkuat inovasi melalui transformasi digital layanan zakat.

Pemerintah Provinsi Papua sendiri berkomitmen penuh untuk mendukung berbagai program kerja BAZNAS yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di tingkat akar rumput, seperti beasiswa pendidikan, bantuan kesehatan, pemberdayaan UMKM, hingga program Kampung Zakat. Target utamanya adalah mampu mengubah para penerima manfaat (mustahik) menjadi orang yang mandiri secara ekonomi hingga bisa menjadi pembayar zakat (muzaki).

Acara pelantikan ini ditutup dengan penuh khidmat melalui sesi foto bersama dan menyanyikan lagu "Tanah Papua" oleh seluruh hadirin yang memenuhi ruangan aula.


Share :

Tidak ada tag terkait.