Kabag TU Biro Umum dan Administrasi Pimpinan Ajak ASN Maknai Disiplin sebagai Bentuk Keadilan
JAYAPURA – Suasana apel pagi Biro Umum dan Administrasi Pimpinan (Adpim) di Lobby Lt.2 Kantor Gubernur Papua pada Senin (02/02/2026) terasa berbeda. Kepala Bagian Tata Usaha Biro Umum dan Adpim, saat memimpin barisan, menyampaikan amanat yang menyentuh sisi kemanusiaan para pegawai terkait rencana pemberlakuan kebijakan "tangan besi" Gubernur Papua dalam penegakan disiplin.
Dalam arahannya, Kabag TU tidak sekadar menyampaikan ancaman sanksi, tetapi mengajak seluruh ASN untuk melakukan refleksi diri. Ia mengungkapkan rasa empati dan kesedihan mendalam terhadap ketidakadilan yang dirasakan oleh pegawai yang jujur. "Kasihan teman-teman saya yang sudah berjuang datang jauh-jauh dari Sentani dan Koya demi mengikuti apel, sementara ada oknum yang dengan mudahnya menitip absen dari rumah," ungkapnya dengan nada persuasif.
Pesan humanis ini ditekankan sebagai latar belakang dari Surat Edaran Gubernur terkait kebijakan penghentian gaji dan TPP bagi pegawai yang tidak aktif atau tidak melapor kembali ke provinsi induk. Kebijakan tersebut bukan semata-mata hukuman, melainkan upaya melindungi hak-hak mereka yang benar-benar bekerja. Beliau mengingatkan bahwa budaya "datang absen pulang" hanya akan menutup pintu rezeki dan mencederai integritas sebagai abdi negara.
Selain menyentuh aspek kehadiran, Kabag TU juga memberikan imbauan persuasif terkait penertiban aset daerah. Ia mengajak para pemegang kendaraan dinas untuk lebih peduli terhadap administrasi, seperti pembayaran pajak dan masa berlaku STNK, mengingat hal ini kini menjadi perhatian serius KPK.
Menutup amanatnya, Kabag TU mengajak seluruh kolega untuk membangun kekompakan dan percaya bahwa setiap keringat yang dikeluarkan secara jujur tidak akan sia-sia. "Mari kita tunjukkan kinerja yang baik. Tuhan tidak pernah menutup mata untuk pekerjaan yang tulus, dan rezeki akan selalu ada bagi jiwa yang mulia," pungkasnya, mengingatkan bahwa kedisiplinan adalah tanggung jawab moral individu masing-masing.